Pria Ini Banting Setir Dari Bankir Jadi Penjual Sate di Swiss
© Youtube.com
Kapanlagi.com - Tak ada yang bisa menolak kelezatan kuliner Indonesia. Sebab ragam makanan yang disajikan di tanah air mengandung bermacam bumbu dan rempah yang menggoyang lidah. Tak heran dong kalau sederet makanan Indonesia mengisi daftar makanan terenak di dunia?
Rupanya tak hanya orang Indonesia saja yang mencintai kuliner khas tanah air, turis asing pun menggemari ragam hidangan dalam negeri seperti rendang, sate ayam, soto, ketoprak, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, membuka bisnis makanan di luar negeri cukup menjanjikan bagi ekspatriat Indonesia. Sojahaus Setia contohnya.

Rupanya tak hanya Setia Nugraha saja yang berpikiran untuk memasarkan kuliner khas Indonesia di luar negeri, seorang pria asal Padang Rio Vamory memiliki gagasan yang sama. Pria yang dulunya bekerja sebagai seorang bankir di sebuah bank swasta di Zurich, Swiss, ini membanting setir dan membuka food truck untuk berjualan sate ayam.
Advertisement
Profesi sebagai penjual sate ini dipilihnya karena dirinya sudah tak merasa nyaman bekerja di dunia perbankan. "Saya telah mempersiapkan semuanya dan itu tak mudah, saya melalui proses yang lama (sebelum berjualan sate)," jelas pria yang sudah berada di Swiss sejak tahun 2006 ini.

"Tentu saja saya sudah memikirkan rencana dengan matang, menghimpun crowd funding dan lain sebagainya." Lanjut pria yang mulai berbisnis sate sejak tahun 2016 ini. Sate ayam yang dijual Rio sedikit berbeda dengan sate ayam yang dijual di tanah air.
Sate ayam Rio tak cepat kering karena bahan yang digunakan adalah daging paha ayam yang mengandung lemak. Usaha sate yang ditekuninya ini telah mendapat pengakuan dari warga setempat. Menurut pengakuan warga, sate ayam Rio cukup enak. Well, siapa lagi yang ingin buka usaha kuliner khas Indonesia di luar negeri? Peminatnya banyak lho!
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/agt)
Advertisement
