Pengelolaan Sampah Berbasis Digital di Desa Kertayasa, Berhasil Raih Juara II Tingkat Nasional Tahun 2025.
Pengelolaan Sampah Berbasis Digital di Desa Kertayasa (credit: instagram/gebyotivriyanti)
Kapanlagi.com -
Masalah sampah sering kali menjadi momok bagi banyak wilayah, mulai dari polusi udara akibat aroma tidak sedap hingga dampak buruk terhadap krisis iklim. Namun, sebuah terobosan nyata muncul dari Desa Kertayasa yang membuktikan bahwa sampah bisa dikelola secara mandiri hingga meraih prestasi di tingkat nasional.
Perjalanan Desa Kertayasa dalam mengubah budaya masyarakatnya tidak terjadi secara instan, melainkan butuh waktu bertahun-tahun. Melalui kepemimpinan kepala desa yang visioner, desa ini berhasil mengubah perilaku warga dari yang semula membuang sampah sembarangan menjadi berkomitmen untuk memilah sampah langsung dari rumah. Seperti apa cerita lengkapnya?
Baca artikel tentang pelestarian lingkungan lainnya di liputan6.com.
Advertisement
1. Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Digital dan Transparan
Desa Kertayasa menerapkan sistem pengumpulan sampah terjadwal yang sangat terorganisir, sehingga tidak ada lagi penumpukan di lokasi pengumpulan. Sampah di desa Kertayasa juga dikumpulkan secara terjadwal.
Selain itu, keunikan desa ini terletak pada pengawasannya yang ketat namun modern. Area desa dipantau melalui CCTV dan setiap perkembangan dilaporkan secara transparan melalui grup WhatsApp. Selain edukasi, aturan tegas hingga sanksi sosial diterapkan untuk memastikan seluruh lapisan warga, mulai dari sekolah hingga perumahan, patuh terhadap budaya memilah sampah ini.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Transformasi Limbah Menjadi Nilai Ekonomis
Pengolahan sampah di desa ini dilakukan secara menyeluruh berdasarkan jenisnya untuk memberikan nilai tambah. Sampah organik diolah menjadi maggot untuk pakan ternak dan pupuk cair guna mendukung greenhouse desa, sementara sampah anorganik dipres untuk dijual kembali ke industri daur ulang. Bahkan, sampah residu tidak dibuang begitu saja ke TPA, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) melalui kemitraan strategis, sehingga hampir tidak ada limbah yang terbuang percuma.
3. Prestasi Nasional dan Tiga Kunci Keberhasilan
Berkat kerja keras seluruh pihak, Desa Kertayasa berhasil menyabet gelar Juara II Inovasi Pengelolaan Sampah Desa Tingkat Nasional Tahun 2025. Kepala Desa Kertayasa, Arief Amarudin membeberkan kunci keberhasilan desa Kertayasa dalam mengelola sampah. Menurutnya, hal ini didorong oleh tiga pilar utama yang saling berkaitan
"Yang pertama, harus ada unsur edukasi, merubah perilaku masyarakat. Yang kedua, unsur pemberdayaan, pelaku budidaya magot, kemudian ibu-ibu, kader PKK. Yang ketiga adalah unsur peningkatan ekonomi. Ini outputnya," ungkap Arief Amarudin.
4. Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa prestasi yang diraih Desa Kertayasa dalam bidang lingkungan?
Desa Kertayasa berhasil meraih Juara II Inovasi Pengelolaan Sampah Desa Tingkat Nasional pada tahun 2025.
Teknologi apa yang digunakan untuk mengawasi pengelolaan sampah di sana?
Desa ini menggunakan sistem pemantauan CCTV dan pelaporan transparan melalui aplikasi WhatsApp untuk memastikan warga menaati aturan.
Bagaimana cara desa mengolah sampah organik dan residu?
Sampah organik diolah menjadi maggot dan pupuk cair, sedangkan sampah residu diolah menjadi bahan baku RDF melalui kemitraan strategis.
Siapa saja yang terlibat dalam program pemberdayaan sampah di desa ini?
Program ini melibatkan seluruh warga, khususnya pelaku budidaya maggot, ibu-ibu kader, dan tokoh penggerak desa setempat.
Temukan ulasan menarik lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarag, KapanLagi?
Baca artikel menarik lainnya:
- Aeshnina Azzahra Aktivis Cilik Peduli Lingkungan, Tunjukkan Aksi Nyata Selamatkan Mangrove dari Sampah
- Sekolah Banyu Bening Kelola Air Hujan untuk Dikonsumsi, Cegah Musibah Ubah Jadi Berkah
- Giri Marhara Pemuda Asal Bogor Bersihkan Danau Bermodalkan Perahu Kayak, Kumpulkan Ribuan Kilo Sampah
- Nadia Mulya Jalani Hidup Reusable, saat Liburan Takjub dengan Sistem Pengelolaan Sampah Negara Maju
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
Berita Foto
(kpl/psp)
Advertisement
