Advertorial

Pengaruh MSG ke Kesehatan: Penjelasan Dokter Gizi untuk Ibu

Pengaruh MSG ke Kesehatan: Penjelasan Dokter Gizi untuk Ibu Ilustrasi MSG (Monosodium Glutamat). (Istimewa)

Kapanlagi.com - Banyak ibu sering bertanya-tanya tentang pengaruh MSG ke kesehatan, terutama saat sedang hamil atau menyusui. MSG (Monosodium Glutamat) adalah penyedap rasa yang memberikan cita rasa gurih, dan sering digunakan dalam masakan rumah hingga makanan kemasan.

Namun, pertanyaan yang muncul adalah mengapa MSG berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi berlebihan? Mari kita simak penjelasan dokter gizi agar ibu lebih tenang dan bijak dalam memilih makanan.

Apa Itu MSG dan Dari Mana Asalnya?

MSG sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya asing bagi tubuh kita. Bahan ini secara alami terkandung di makanan seperti keju, tomat, rumput laut, jamur, hingga daging.

Kalau ingin tahu perbedaan antara MSG alami vs penyedap rasa biasa, ada artikel khusus yang bisa membantu menjelaskan lebih detail tentang hal ini.

Jadi, tanpa menambahkan MSG sekalipun, tubuh kita sudah mengenalnya dari sumber alami. Masalah muncul ketika konsumsi MSG tambahan dari bumbu instan, makanan kemasan, dan fast food tidak terkontrol.

Menurut dokter gizi, konsumsi MSG dalam jumlah wajar misalnya tidak lebih dari 1500 mg atau sekitar satu sendok teh per hari maka termasuk aman, bahkan untuk ibu hamil dan menyusui.

Tubuh dapat mencerna MSG dengan baik, dan ASI secara alami mengandung MSG yang tidak membahayakan bayi. Namun, penting untuk tetap berhati-hati agar tidak berlebihan.

Penelitian dan Fakta Ilmiah

Penelitian pada hewan menunjukkan MSG berpotensi menyebabkan obesitas, kerusakan organ seperti hati dan ginjal, serta gangguan kesuburan. Meski begitu, bukti pada manusia masih terbatas.

Reaksi yang paling sering ditemukan pada manusia adalah gejala sementara yang dikenal dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome.

Gejalanya meliputi sakit kepala, wajah terasa panas, hingga rasa terbakar di sekitar leher atau dada. Untungnya, gejala ini biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak menimbulkan kerusakan permanen.

Topik ini sering bercampur dengan hoaks. Untuk memahami lebih dalam, Anda bisa membaca artikel ini yang membongkar berbagai mitos seputar micin.

Jadi, meski ada alasan mengapa MSG berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi terlalu banyak, tidak ada bukti yang benar kuat bahwa MSG menimbulkan obesitas langsung pada manusia. Faktor pola makan secara keseluruhan dan konsumsi garam tinggi justru lebih berperan dalam risiko tersebut.

Tips Aman Mengkonsumsi MSG Yang Benar untuk Ibu

Agar tetap bisa menikmati masakan tanpa khawatir, dokter gizi menyarankan beberapa hal berikut:

  1. Perhatikan batas konsumsi harian: Usahakan tidak lebih dari satu sendok teh MSG per hari.

  2. Baca label makanan kemasan: Cek kandungan MSG pada camilan, makanan instan, dan saus siap pakai.

  3. Kurangi fast food: Makanan siap saji biasanya mengandung MSG dalam jumlah tinggi.

  4. Pilih makanan segar: Perbanyak buah, sayur, daging tanpa lemak, serta biji-bijian untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

  5. Gunakan alternatif alami: Rasa gurih juga bisa diperoleh dari kaldu alami, jamur, atau rempah-rempah.

Untuk ide praktis, Anda juga bisa melihat panduan khusus tentang konsumsi MSG sehat maupun tips bikin gurih tanpa over garam agar makanan tetap lezat tapi aman bagi tubuh.

Dengan langkah ini, ibu tetap bisa menikmati cita rasa gurih tanpa harus khawatir dengan pengaruh MSG ke kesehatan.

Bagi ibu, terutama yang sedang hamil atau menyusui, penting memahami bahwa MSG tidak selalu berbahaya. Dalam batas wajar, MSG yang benar aman dan bisa dikonsumsi. Banyak penelitian menunjukkan MSG tidak berbahaya bagi kesehatan. Justru, MSG yang benar dapat membantu mengurangi penggunaan garam karena rasanya yang gurih. Dengan pemahaman ini, ibu bisa tetap menikmati masakan lezat tanpa rasa khawatir yang berlebihan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/gil)

Rekomendasi
Trending