Akibat Tragedi Kapuas, Warga Kirim Surat Terbuka Untuk Jokowi

Akibat Tragedi Kapuas, Warga Kirim Surat Terbuka Untuk Jokowi ilustrasi © SinaiEM

Kapanlagi.com - Bagi warga di luar Pulau Jawa, akses infrastruktur terbilang cukup sulit. Tidak banyak jalanan darat yang dapat digunakan dengan lancar, apalagi di Kalimantan atau Papua. Kadang warga lebih suka menggunakan transportasi sungai karena lebih cepat dan lebih terjangkau. Sayangnya risiko yang diambil untuk jenis transportasi air semacam ini lebih tinggi daripada transportasi darat.

Pemerintah Indonesia memang telah mengembangkan infrastruktur jalan di Kalimantan selama dua tahun terakhir. Tercatat, sekitar 520,8 Kilometer jalan dari 1.900 kilometer telah membentang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara. Namun pembangunan ini belum selesai sepenuhnya.

Karena keterbatasan akses tersebut, rombongan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Kalimantan Barat terpaksa menggunakan speedboat untuk mengangkut mereka menuju desa sebelah. Rombongan ini berasal dari Desa Nanga Lungu dan berencana akan pergi ke desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu, Kalimantan Barat.

Korban kapal tenggelam di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat akibat keterbatasan akses jalan darat © Facebook.com/Kaban Ulu

Nahas, sejumlah 4 orang siswa TK bersama dua orangtua diberitakan tenggelam pada Sabtu (22/04) lalu karena speedboat yang ditumpangi terbalik. Akibat kejadian ini, seorang pengguna Facebook bernama Kaban Ulu membagikan surat terbuka bagi Presiden Indonesia Joko Widodo pada Senin (24/05).

"Kami sebagai warga negara Indonesia yang berada di tempat terpencil sangat berduka karena calon generasi baru penerus bangsa harus jadi korban akibat tenggelamnya speedboat yang mereka tumpangi dikarenakan tidak adanya akses jalan darat yang selama ini dijanjikan," tulis Kaban Ulu di halaman Facebooknya.

"Kemungkinan besar ketiadaan akses jalan darat tersebut menjadi penyebab utama. Bahkan kami dituntut untuk terus bersabar dalam menunggu akses jalan darat. Mungkin jika ada (jalan darat), kami tidak harus kehilangan anak kami," lanjut Kaban.

"Dikarenakan akses yang susah dan medan yang sulit jadi (kejadian) ini tak terliput media. Kami mohon agar Bapak-Bapak yang terhormat baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat meluangkan waktu untuk melihat kami dan membantu meringankan keluhan kami ini. Semoga Bapak tidak tutup mata atas kejadian ini."

Tim SAR tengah mengevakuasi korban yang tenggelam di tragedi Kapuas Hulu, Sabtu (22/04) © istimewa

Tulisan ini lalu menjadi viral di sosial media dan disebarkan dari satu grup komunitas ke grup komunitas yang lain. Semoga, setelah ini surat terbuka untuk Pak Jokowi ini segera mendapatkan tanggapan seperti video viral anak-anak Sungkung Bengkayang beberapa waktu lalu agar tidak lagi timbul korban akibat tenggelamnya speedboat ya KLovers!

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully

Rekomendasi
Trending